Skip to main content

Posts

Nyayian Sawah Untuk Pohon Sagu Karya: Akbar, Daud Bunga teratai mekar kembali bertedu diatas genangan air yang merebah ditepian bukit dan tebing-tebing yang juram Denting meluap, burung menari-nari mencari mangsa di tepian kali sudakah hamba menanya, untuk siapakah kau datang menari begitu genit rupamu sampai aku lupa ‘kalau ... Air yang mengalir begitu tenang, mengisi kekosongan ruang yang tak penuh pasrah, sawa melambai-lambai pohon nyiur di sepanjang pantai Benih sawa bermaing ria , tuang dan nyonya masih tersenyum ria angin disana mengabari pohon sagu bilang padanya jangan jauh, merapatlah, berdiri bersama kami katanya kau harus tetap bersiul supaya tumbuh dan panen sawah ladangku Ternate/22/april/2018
Pohon Untuk Kehidupan Karya: Akbar D,Booy Hari pagi tak seperti embun di hari kemarin semua berjalan begitu saja entah siapa mayornya seperti kanan dan kiri terjepit lalu menjerit seperti anjing menggongong yang tak mampuh lagi melihat insan pagi yang bersenja menyapa dengan dua tangan lalu rakus untuk mengambil semuanya dan tak ada lagi harapan untuk menjadi kenyataan dimana kita sebagai laki-laki kelak akan sendiri. Bukan salahku, aku datang dari langit gelap bawakan roh kehidupan bagimu bukan salahku,aku harus lewat jika manusia tanpa pedulikan mempersilahkan singga demi kehidupan maka keperkasaanku kutunjukan andai kau hadang, kau rintang dengan berjuta pohon dan hutan pasti aku kerasan bermukum di daratan sebenarnya, kehadiranku ingin lama tinggal dicelah bumi memberi kehidupan pepohonan memperpanjang nyawa hewan serta bermain bersamamu manusia tapi, tempatku telah kaujarah, kau dirikan pemukiman. Kau layak di panggil penjilat yang rakus dan merampas dengan diam-diam kau merob...
Alam Rayaku Karya: Akbar, Daud Kau mengajak kita untuk mengenal diri tapi selalu ditumbang oleh kaum pemotong sendiri hati jadi malu, kian terbelai oleh tangan-tangan jail sudah tak kasih lagi, anak bulan ini semua berubah menjadi materi semua berubah menjadi bekas tangan Noda tanganmu bengis pakaianmu kau sulap menjadi asing, kau bunyikan sirina penuh senyum dan tawa lalu merdeka diatas penderitaan kami Adakah secercah harapan buat anak cucumu kalau kau diam dan rakus untuk menelan isi perut raya ini apakah akan ada tumbuh diantara berjuta pohon atauka pikiranmu sudah menipu akalmu sehingga hatimu tak lagi bicara lalu diam seribu bahasa Padahal subur lahanmu bagai laut yang melimpah luasnya samudra sunyikah malammu sampai kau tebas tunas-tunas hijauku aku haus, aku butuh udara, aku butuh kehidupan untuk tunas-tunasku tapi kau begitu pandai menyulap aku sampai semua bentukku menjadi arang yang melata Kau Bukan Manusia ............ Ternate/22/April/2015
Tuniru Toma Alam Karya: Akbar, Daud Alamku begitu asri, nyayian satwa menyukai aku mereka menghiburku di alam yang ria ini merdunya gesekan daun, gemuru suhu datang menyapa kala hujan aku ingin bergegas, embun tiba lambat langkahku Esoknya, kusandang saloi kurapatkan dekat bahuku kupetik separuh dari daun-daunya lalu ku bawa untukmu Kenapa begitu terburu-buru?... Hari sudah petang, fajar sudah mulai redup mataharinya sedikit malu-malu, menandakan aku pulang begitu bersua pada alam, tanah pusaka moyang-moyangku suara burung berkicau juga makin pelang, ditelingaku esok aku akan kembali menyapa pagi di atas mercu suara ibunda alam Ternate/22/april/2017
Kala Cerita Pulang Nama Karya: Akbar, Daud Aku pendaki yang setia berguling dengan hukum rimbaku semakin aku tehempit semakin juga aku tetawa sampai kicau burung melawan tarian mercu-ku Budaya ini sadis kalau kau hadang kau rintang janganlah kau mneysal sebab akulah rimbaya aku belajar umtuk membunuh waktu aku belajar melawan embun tidak untuk mengambil lalu aku pergi meninggalkan jejak langkah, para pendaki untuk hari ini, seok dan selamanya selalu tetap begini Ternate/22/april/2018
Kehidupan Alam Karya: Akbar, Daud Alam liarku setia dengan manusiaku manusiaku selalu ikuti hukum rimba alamku sorot mataku, kadang saja tak lepas dari belengu alang-alangku Kehidupan wana bagai moyangku yang menerjang untuk menghalang ombak yang datang menerpaku moyangku tak mudah tunduk untuk membela Mercu suara burung selalu bekicau keras tanda, sirina yang datang menolongku tak ada yang kekal namun selalu tumbuh abadi untuk menjadi seribu dari satu rahim ibunda alam moyangku selalu menjadi bangsa, penakluk ternate/23/april/2017